INILAH BEBERAPA ADAT LAMARAN DI JAWA

Seiring berjalannya waktu pertimbangan tradisi lama terkait dengan lamaran sudah banyak yang terlupakan. Jaman sekarang apabila calon pengantin biasanya sudah cukup lama berpacaran serta saling mengenal sebelum memutuskan untuk menikah.Sehingga pemaknaan dalam lamaran menjadi lebih dalam seperti pertemuan resmi kedua orang tua dengan melibatkan beberapa saksi yang membahas mengenai segala hal yang disepakati oleh kedua pihakmengenai tanggal pernikahan, pelaksanaan pernikahan dan lain-lain.

Supaya segala urusan telah disepakati oleh kedua belah pihak dengan baik yang tentunya sudah mendapatkan persetujuan dari pihak wanitanya sendiri atas lamaran yang diajukan pihak pria, maka disepakatilah suatu tanda jadi atau persetujuan dengan adanya peningset atau pemberian untuk pihak wanita dari pihak pria.

Di jawa peningset ini dijadikan tradisi untuk mengikat kedua pihak baik calon pengantin dan keluarga. Bila terdapat pengingkaran janji atau kesepakatan terntu terdapat sanksi baik secara adat ataupun pribadi. Biasanya peningset di serahkan oleh pihak pria kepada wanita yang paling lambat lima hari sebelum hajatan perkawinan diselenggarakan. Namun akhir-akhir ini dengan alasan praktis atau tidak repot maka acara penyerahan atau srah-srahan peningset sering di gabungkan bersama dengan acara midodareni.

Terdapat tiga jenis peningset untuk lamaran di adat jawa yaitu peningset utama, peningset abob-abon dan pengiring peningset. Adapun penjelasan lebih akan terdapat dibawah ini:

  1. Peningset Utama yang berupa cicin serta seperangkat perlengkapan untuk sandang wanita seperti setagen, kain batik truntum, sindur yang berupa selendang panjang berwarna merah dan putih dan semekan.
  2. Peningset abob-abon atau akar-akar pengikat yang berupa jeruk gulung atau jeruk Bali, tebu walung atau tebu hitam, sekul golong atau nasi yang dibentuk bulatan dan setiap dua bulatan dibungkus daun pisang, pisang mas dan perlengkapan makan sirih.
  3. Pengiring peningset yang berupa hasil bumi seperti beras, umbi-umbian dan sebagainya. Tujuan untuk membantu meringankan anggran tuan rumah untuk acara hajatan tersebut.

Dengan adanya seserahan dalam lamaran di Adat jawa ini menyatakan bahwa simbol kesanggupan pria untuk mencukupi kehidupan wanita yang akan di pinangnya. Barang-barang yang di bawa, memiliki makna dan doa untuk kesejahteraan hidup kedua calon pengantin di kehidupan yang akan datang. Sekarang ini dalam pemilihan benda seserahan yang diminta oleh pihak wanita. Sehingga benda-benda tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemauan calon istri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.