MEMPERSIAPKAN MENTAL YANG SEHAT JELANG ACARA PERNIKAHAN

47572981_1966537200128746_7095020896200425472_n

Pernikahan adalah hal penting yang diharapkan semua wanita hadir pada titik tertentu dalam hidup dan saat kita memasukinya, tidak ada jalan untuk melihat ke belakang. Kehidupan, gaya hidup, pola pikir, tugas, dan kewajiban kita berubah selamanya. Kita belajar bagaimana membuat penyesuaian untuk memasukkan satu orang istimewa dalam hidup kita dan menjadikannya prioritas.

Kedengarannya seperti banyak pekerjaan? Ya, benar. Istri memang bukan suatu status yang mudah untuk dijalankan. Ada berbagai rintangan tersulit yang harus dikerjakan dan dirasakan. Selain itu, tidak ada pernikahan yang bisa sepenuhnya berhasil. Jadi apa yang membuat “istri yang baik”? berikut ini salah satu hal yang harus dipersiapkan secara mental menjelang hari pernikahan.

  1. Berpikir Praktis

Wanita dikondisikan untuk percaya bahwa pernikahan adalah tentang suami yang sempurna, mertua yang sempurna dan rumah yang sempurna tetapi sudah mengetahui hal ini; pernikahan jauh dari sempurna. Rangkullah keindahan realitas dan sanggup menerima kenyataan bahwa suami, mertua, dan rumah tempat Anda akan tinggal bisa berbeda dari yang Anda bayangkan. Ketika Anda mulai menjadi lebih dapat diterima, saat itulah kesempurnaan akan mengikuti.

  1. Bertindak dan Melayani

Lakukan sedikit tindakan pelayanan untuk suami Anda yang menunjukkan Anda peduli. Ini mungkin termasuk menunggu untuk makan malam bersamanya saat dia sedang dalam perjalanan pulang, membeli hadiah yang bijaksana selama hari-hari yang tidak penting, memulai hari dengan kasih sayang dan sebagainya.

  1. Hormati pasangan Anda

Dalam melakukan persiapan pernikahan juga sering terjadi beberapa perdebatan, salah satu perdebatan yang paling sering dilakukan adalah memilih jasa sewa peralatan pesta Surabaya yang cocok dan masuk dalam daftar budget dan kualitas. Biasanya wanita akan mendominasi namun perlu diingat pria mungkin tidak suka mengakuinya tetapi mereka benar-benar membutuhkan rasa hormat Anda. Ketika Anda menghormati dan percaya pada suami Anda, itu akan membantunya bertransformasi menjadi pria yang berani. Tanpa rasa hormat Anda, dia akan sulit melewati hari itu!

  1. Membangun Energi Positif

Istri biasanya adalah orang dalam keluarga yang dapat mengatur nada yang tepat di rumah. Jadi, pastikan Anda menetapkan yang positif. Rumah adalah basis hidup Anda – jadi pastikan Anda menumbuhkan lingkungan di mana cinta, dorongan, tawa, syukur, kerja keras, dan kesenangan mengalir bersama dalam harmoni.

  1. Jadi Diri Sendiri

Saat mempersiapkan berbagai kebutuhan pernikahan seperti mencari catering Surabaya tentu membutuhkan tenaga dan beban pikiran. Jadilah yang terbaik dalam pernikahan Anda. Ini berarti terus mengeksplorasi minat dan hobi yang Anda sukai – dan dorong suami Anda untuk melakukan hal yang sama. Kiat lain, jangan pernah mencoba mengubah satu sama lain – itu tidak pernah berhasil!

  1. Keputusan Keuangan Secara Cerdas

Membuat keputusan tentang keuangan juga dapat dilakukan sebelum Anda sah menjadi istri. Salah satu keputusan yang cerdas dapat terlihat saat Anda menyelenggarakan pesta dengan penganggaran yang cerdas. Penganggaran keuangan juga dapat diterapkan saat hendak memilih dan menggunakan jasa wedding organizer Surabaya murah. Anda dapat dikatakan matang secara mental saat Anda mulai mengesampingkan ego dan mengedepankan prioritas kebutuhan lainnya.  Mempersiapkan hari esok adalah penting. Kemampuan mengelola uang penting dalam pernikahan.

  1. Menerapkan Kebiasaan Saling Memaafkan

Dibutuhkan banyak kekuatan untuk melepaskan rasa sakit, kekecewaan, dan kemarahan di masa lalu. Melakukan kebiasaan saling memaafkan dalam pernikahan Anda adalah penting. Ketahuilah bahwa Anda adalah setiap hubungan dijalani oleh manusia yang tidak dapat memenuhi setiap harapan Anda. Lepaskan amarah Anda, terutama pada hal-hal kecil.

Persiapan hal kecil berupa kesiapan mental dalam menghadapi pernikahan merupakan salah satu hal yang terpenting karena saat ini banyak individu yang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena masih belum merasa mampu untuk menyelesaikan rasa ego dalam diri sendiri. Apabila Anda sudah memahami dasar dari sebuah pernikahan tentu harus membuang jauh-jauh mengenai rasa takut dalam menjalani pernikahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.